Senin, 09 Juli 2012


TUGAS INDIVIDU

FISIOLOGI
SISTEM ENDOKRIN & METABOLIK


 




Di Susun Oleh :

NAMA        : ELISA VINA JAYANTI
NIM           : 10542 0163 10




PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR
2012
1
\
.   >   Glandula Pituitary (hypophysis)

Ø  Kelainan pituitary lobus anterior
a.      Somatotroph adenoma

Acromegaly
Akromegali merupakan penyakit yang disebabkan oleh kelebihan yang sangat extreme dari produksi hormon pertumbuhan hipofisis, setelah masa remaja. Acromegaly adalah penyakit yang dapat menyebabkan kejadian kardiovaskular yang serius.

Gigantisme
Kelebihan GH pada masa kanak-kanak, dimana lempeng epifisis (epiphyseal  plate) pada ujung-ujung tulang panjang masih belum tertutup, akan berakibat timbulnya tubuh raksasa (gigantisme).  

b.      Lactotroph adenoma

Hiperprolaktinemia
      Hipersekresi prolaktin oleh sel-sel laktotrof merupakan kelainan hipofise anterior yang paling sering ditemukan. Adenoma yang mensekresikan prolaktin (prolaktinoma) adalah tumor sekretorik hipofise yang paling sering dijumpai. Banyak obat seperti preparat antidepresan, antipsikosis, metil dopa, kontrasepsi oral/pil KB dan lain-lain, menjadi penyebab hiperprolaktinoma yang lain.

c.       Thyrotroph adenoma
Thyrotropin penghasil adenoma (TSH-omas) merupakan sekitar 1% dari adenoma hipofisis. TSH-omas are a rare cause of hyperthyroidism. TSH-omas adalah penyebab yang jarang dari hipertiroidisme. In conjunction with biochemical parameters and dynamic endocrine testing, image evaluation of the pituitary gland and sella turcica is mandatory for establishing a correct diagnosis. Dalam hubungannya dengan parameter biokimia dan pengujian dinamis endokrin, gambar evaluasi kelenjar hipofisis dan sella turcica adalah wajib untuk menetapkan diagnosis yang benar. TSH-omas are usually large tumors and tend to be invasive. TSH-omas biasanya tumor besar dan cenderung invasif. Greater amounts of invasion correlate with incomplete surgical removal of the tumor and, thus, continued hormonal secretion. Jumlah yang lebih besar invasi berkorelasi dengan operasi pengangkatan tumor tidak lengkap dan, dengan demikian, lanjut sekresi hormon. Therefore, an early diagnosis and a complete surgical removal are essential. Oleh karena itu, diagnosis dini dan operasi pengangkatan lengkap sangat penting.

d.      Hyperpituitarism
Hyperpituitarism  adalah produksi berlebihan Hormon pertumbuhan, yang terus diproduksi dengan baik. Hipersekresi hormon hipofisis sekunder untuk macroadenomas dapat mengganggu fungsi hormon hipofisis lainnya, sehingga kekurangan hormon target organ. akromegali terjadi setelah penutupan epifisis, menyebabkan penebalan tulang dan pertumbuhan melintang dan visceromegaly. Bentuk hyperpituitarism terjadi sama antara pria dan wanita, biasanya antara usia 30 dan 50. Pada kebanyakan pasien, sumber hormon pertumbuhan yang berlebihan (GH) atau sekresi hormon pertumbuhan manusia adalah adenoma GH-memproduksi dari kelenjar pituitari anterior, biasanya macroadenoma (eosinofilik atau dicampur-sel). Karena tumor hipofisis (biasanya jinak) adalah penyebab paling umum dari kondisi ini, daerah lain dikontrol oleh hipofisis sering dipengaruhi, seperti Prolaktin dan hormon tiroid. Hyperpituitarism (hiperfungsi hipofisis) merupakan penyebab utama dari Pituitary adenoma pada lobus anterior Hipofisis. Pituitary adenoma terdiri dari: Prolactinoma, growth hormon adenoma, corticotroph cell adenoma

e.       Hypopituitarism
      Hipopituitarisme mengacu kepada defisiensi salah satu atau lebih hormone-hormon kelenjar hipofise. Defisiensi GH atau gonadotropin yang tersendiri relative lebih sering ditemukan dibandingkan defisiensi ACTH atau TSH yang tersendiri. Defeknya dapat berada pada hypothalamus atau pada kelenjar hipofise.



Kelainan pituitary lobus posterior
a.      Diabetes insipidus
Diabetes insipidus merupakan istilah untuk menyatakan suatu keadaan yang relative jarang ditemukan dimana pasien mengekskresikan urine yang encer dengan jumlah yang berlebihan dan menderita rasa haus yang sangat. Keadaan ini terjadi karena kegagalan pelepasan AVP dalam merespons stimulus fisiologik yang normal ( di sentral, cranial atau neurogik).
b.      SIADH (syndrome of inappropriate secretion of ADH)
istilah ini digunakan untuk menyatakan suatu kelompok kelainan dengan sekresi ADH yang kelebihan dan disertai dengan hiponatremia tanpa terjadinya edema. Penybabnya meliputi :
a.       Obat atau penyakit yang menimbulkan pelepasan ADH dari neurohipofise (misalnya cedera kepala, tumor otak dan banyak obat yang melepaskan AVP atau menyebabkan potensi kerja AVP)
b.      Produksi ektopik dan pelepasan ADH (misalnya pada karsinoma small cell paru, penyakit tuberculosis paru atau abses paru )
2.      Kelenjar tiroid :
a.         Hipertiroidisme
Grave disease
Penyakit Graves (goiter difusa toksika) merupakan penyebab tersering hipertiroidisme adalah suatu penyakit otonium yang biasanya ditandai oleh produksi autoantibodi yang memiliki kerja mirip TSH pada kelenjar tiroid. Penderita penyakit Graves memiliki gejala-gejala khas dari hipertiroidisme dan gejala tambahan khusus yaitu pembesaran kelenjar tiroid/struma difus, oftamopati (eksoftalmus/ mata menonjol) dan kadang-kadang dengan dermopati.(1,4,5,6)

Plummer’s disease (toxic adenoma)
Penyakit Plummer adalah suatu kondisi dimana ada bintil hyperfunctioning tunggal memproduksi hormon tiroid yang berlebih.


Toxic multinodular goiter (struma nodular)
Gondok multinodular Beracun (juga dikenal sebagai gondok nodular toksik, struma nodular toksik) adalah bentuk hipertiroidisme - mana ada kelebihan produksi hormon tiroid.
Hashimoto’s thyroiditis
iroiditis Hashimoto (Tiroiditis autoimun) adalah peradangan kelenjar tiroid yang sering menyebabkan hipotiroidisme.

b.        Hipotiroidisme
Kreatinisme
Kretinisme adalah suatu kelainan hormonal pada anak-anak. Ini terjadi akibat kurangnya hormontiroid. Penderita kelainan ini mengalami kelambatan dalam perkembangan fisik maupun mentalnya.Kretinisme dapat diderita sejak lahir atau pada awal masa kanak-kanak.

c.         Tiroiditis
Tiroiditis adalah kelainan penyakit heterogen yang disebabkan oleh inflamasi

3.      Kelenjar paratiroid
a.      Hiperparatiroid primer
Hiperparatiroid primer terjadi akibat meningkatnya sekresi PTH, biasanyaadanya suatu edema paratiroid. Normalnya, kadar kalsium yang rendah menstimulasisekresi PTH, sedangkan kadar kalsium yang tinggi menghambat sekresi PTH. Padahiperparatiroid primer, PTH tidak tertekan dengan meningkatnya kadar kalsium, hal inimenimbulkan keadaan hiperkalsemia. Dalam beberapa hal, peningkatan kalsium serummerupakan satu – satunya tanda disfungsi paratiroid dan terdeteksi dengan pemeriksaanrutin. Akibat peningkatan kalsium pada otot menimbulkan hipotonusitas otot – ototkerangka, reflek tendon dan otot – otot gastrointestinal. Melemahnya otot dantimbulnya kelemahan sering dijumpai. Jika kadar kalsium serum meningkat antara 16sampai 18 mg/dl, krisis hiperkalsemia akut terjadi. Muntah –muntah dengan hebatmenyebabkan dehidrasi dan ketidakseimbangan elektrolit.


b.      Hiperparatirodisme sekunder
Hiperparatiroidisme sekunder adalah produksi hormon paratiroid yang berlebihan karena rangsangan produksi yang tidak normal. Secara khusus, kelainan ini berkitan dengan gagal ginjal akut. Penyebab umum lainnya karena kekurangan vitamin D.

c.       Hipoparatirodea
Hipoparatiroidea adalah gabungan gejala dari produksi hormon paratiroid yang tidak adekuat. Keadaan ini jarang sekali ditemukan dan umumnya sering sering disebabkan oleh kerusakan atau pengangkatan kelenjar paratiroid pada saat operasi paratiroid atau tiroid, dan yang lebih jarang lagi ialah tidak adanya kelenjar paratiroid (secara congenital). Kadang-kadang penyebab spesifik tidak dapat diketahui.

d.      Karsinoma paratiroid
Karsinoma paratiroid merupakan salah satu jenis kanker yang memilikiprogresifitas yang lambat. Manifestasi klinis dari karsinoma paratiroid adalahakibat dari sekresi hormon paratiiroid yang berlebihan (hiperparatiroidisme).Manifestasi klini antara lain hiperkalsemia berat, pada renal (nephrocalcinosis,nephrolitiasis, gangguan fungsi ginjal), tulang ( osteitis fibrosa cystic, resorpsisubperiosteal, salt and pepper skull, osteopenia difus). Gejala lainnya meliputikelemahan otot, cepat lelah, depresi, mual dan muntah, polidipsi, poliuri, nyeri tulang.


4.      Pancreas

Diabetes mellitus
Diabetes melitus adalah suatu kelompok peyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulinatau kedua duanya.Karena pada obesitas sentral terjadi resistensi insulin yang dapat menyebabkan teganggunyaproses penyimpanan lemak maupun sintesis lemak.bahwa simpanan asam lemak dalambentuk senyawa kimia berupa triasilgliserol dalam sel-sel adiposit dapat melindungi tubuhdari efek toksik asam lemak. Asam lemak dalam bentuk bebas dapat bersirkulasi bebas dalampembuluh darah dan menimbulkan stres oksidatif di seluruh tubuh (lipotoksisitas).Asamlemak bebas juga menurunkan penggunaan glukosa dari otot yang terstimulasi insulin, yangturut berkontribusi pada hiperglikemia. Lipotoksisitas akibat kelebihan asam lemak bebasturut menurunkan sekresi insulin dari sel β
pankreas, yang akhirnya sel β akan mengalamikelelahan.

Hiperinsulinisme
Hyperinsulinemia, atau hiperinsulinemia adalah suatu kondisi di mana ada kelebihan kadar insulin dalam sirkulasi darah. Juga dikenal sebagai pra-diabetes, resistensi insulin, dan sindrom X, hal ini umumnya terkait dengan PCOS (Sindrom ovarium polikistik) pada wanita.
   

5.      Kelenjar adrenal
a.      Hiperadrenalisme
Cushing’s syndrome
Sindrom cushing ditandai oleh obesitas sentripetal, moon face, kenaikan berat badan, plethora, hipertensi, gejala mudah memar dan hirsutisme. Sindrom ini paling sering bersifat iatrogenic akibat pemberian glukokortikoid dalam waktu lama.

Hiperaldosteronisme
Orang dengan hiperaldosteronisme primer memiliki masalah dengan kelenjar adrenal yang menyebabkan untuk melepaskan aldosteron terlalu banyak.

Adrenogenital syndrome
Hiperplasia adrenal bawaan (CAH) adalah kelainan genetik yang ditandai dengan kekurangan kortisol dan aldosteron hormon dan produksi berlebihan dari hormon androgen.

b.      Hipoadrenalisme (addison)
Penyakit Addison adalah suatu kondisi, langka kronis yang disebabkan oleh kegagalan kelenjar adrenal. Seumur hidup, pengobatan terus menerus dengan terapi pengganti steroid diperlukan.

6.      Ovarium
Gangguan perkembangan sel telur
           Terjadi akibat kadar FSH yang tinggi sehingga mempengaruhi perkembangan foIikel, sedangkan folikel merupakan kantung yang berisi sel telur. Hal ini menyebabkan sel telur tidak matang untuk dibuahi.

Gangguan ovulasi
          Terjadi akibat kadar LH yang tinggi,folikel tidak dapat pecah meskipun sel telur sudah cukup berkembang. Akibatnya.ovulasi tidak terjadi, ketika sel sperma masuk, tidak terjadi pembuahan. Ovulasi adalah pematangan sel telur yang ditandai dengan pecahnya folikel.Sebelum ovulasi.untuk terjadi pembuahan.sel telur juga harus berkembang.

Polip
         Terjadi pada dinding uterus sehingga dapat menyebabkan pendarahan menstruasi dengan waktu lama.Biasanyepolip dari uterus muncul pada wanita usia produktif yang rnenghasilkan kelebihan hormon dan menyebabkan pendarahan yang tidak terkait dengan menstruasi.

Adenomiosis
         Terjadi ketika kelenjar dari endometrium melekat pada otot uterus sehingga terjadi pendarahan hebat dan nyeri perut. Hal ini sering terjadi pada wanita yang telah mempunyai beberapa anak. Walaupun kanker jarang ditemukan. tetapi kanker pada alat reproduksi wanita dapat menyebabkan menoragia. Kanker uterus. kanker ovarium, dan kanker leher rahim dapat menyebabkan pendarahan berlebih saat menstruasi.

PCO / PCOS merupakan kumpulan gejala yang terjadi karena adanya gangguan keseimbangan metabolisme hormon. Gejala-gejala itu dapat berupa: tidak ada mens atau mens tidak teratur, obesitas terutama dibagian perut, jerawat, pertumbuhan rambut yang lebat, sampai adanya gangguan tidur.

7.      Testis
Hipogonadisme
Hipogonadisme adalah penurunan fungsi testis yang disebabkan oleh gangguan interaksi hormon, seperti hormon androgen dan testoteron. Gangguan ini menyebabkan infertilitas, impotensi dan tidak adanya tanda-tanda kepriaan. Penanganan dapat dilakukan dengan terapi hormon.
Kriptorkidisme
Kriptorkidisme adalah kegagalan dari satu atau kedua testis untuk turun dari rongga abdomen ke dalam skrotum pada waktu bayi. Hal tersebut dapat ditangani dengan pemberian hormon human chorionic gonadotropin untuk merangsang terstoteron. Jika belum turun juga, dilakukan pembedahan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar